Sabtu, 27 Juni 2015

Mengenal Suku, Asal-usul dan Sejarah Suku Siang

        Anda mungkin baru pernah mendengar tentang suku ini. Jika suku Dayak anda pasti sudah tidak asing lagi, dalam pemikiran anda pastilah suku pedalaman Kalimantan dengan keadaan primitif, atau suku dengan budaya memotong kepalanya (Ngayau) dan memiliki rumah panjang, ya itu dulu benar. Tapi, kini orang Dayak tidak seperti itu, namun saya tidak membahas hal tersebut melainkan hanya suku Dayak Siang.
       Siapakah suku Dayak Siang, Ot Siang, atau yang disebut Suku Siang ini?....
       Ya, beruntung anda membaca tautan ini..


       Suku Dayak Siang ialah suku asli Pedalaman Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Murung Raya. Kalau suku Kahayan, Bakumpai dan Dayak kebanyakan bermukin dibantaran sungai, lain halnya dengan Suku Siang ini. Kebanyakan penduduk Suku Siang bermukm di pegunungan dan pedalamn hutan yang disebut perkampungan atau LO WU. Suku Dayak Siang terbagi dua Sub Suku, Yaitu Siang Murung, yaitu seperti suku Dayak lainnya tinggal di pesisir dan Bantaran sungai, sedangkan satunya lagi, yaitu Siang Son dang adalah suku Siang yang saya sebutkan diatas, saat ini popuasi suku Siang di Murung Raya baik Murung Maupun Son dang sekitar 80.000 jiwa yang tersebar di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Murung Raya.


        Sejarah Daan Asal Usul....

        Suku Dayak Siang atau Suku Siang adalah Suku yang menurut sejarah berasal dari Yunnan, China selatan yang berpindah tempat ke Nusantara pada Gelombang pertama dan dikategorikan Ras Melayu Tua. Namun untuk suku Siang kategori ini tidak sesuai, karena suku Dayak Siang yang asli (totok) dan belum bercampur darah antrsuku memiliki ciri fisik Ras Mongoloid, misalnya tinggi badan antara 160-175 Cm, warna kulit kuning hingga putih, mata kecil dan sipit, rambut lurus berwarna hitam, sehingga yang sesuai penggolongannya adalah Ras Neo-Mongoloid.
         Menurut Tetek Tatum, Suku Siang diturunkan dari langit Ketujuh oleh Ranying Hatala Langit atau Tuhan Yang Maha Esa yang mereka sebut MOHOTARA. Menurut legenda tersebut juga suku Siang ini diturunkan didaerah Murung Raya. 
         Suku Dayak Siang memiliki budaya yang hampir sama dengan Suku Dayak pada umumnya, misalnya pada acara Penikahan, Kematian, penyembuhan dan lain sebagainya. Suku Siang memiliki agama asli yang disebut agama Soun atau kaharingan. Suku Siang sekarang banyak pula yang memeluk agama Kristen baik Khatolik atau pula Protestan, bahkan islam. Namun, dalam prakteknya mereka masih menjalankan adatnya, seperti jika ada yang sakit, meskipun menganut agama yang ada sekarang, masih saja menjalani ritual Ba-Lian.
         Suku Siang yang asli yang belum bercampur (kawin) dengan  suku-suku luar lainnya kebanyakan memiliki ciri fisik oriental, kebanyakan memiliki kemiripan dengan orang Tiong Hoa. 
         Suku Siang memiliki adat leluhur yang disebut "Nganyo/Ngayau", namun budaya ini telah lama dibuang dikarenakan sudah tidak relevan. Rumah adat Dayak Siang disebut Betang, yang dibangun dengan tujuan menghindari binatang buas dan serangan suku lain.
         Suku Siang merupakan kerabat dari Suku Ot Danum yang kebanyakan bahasanya memiliki kesamaan dengan kosakata Bahasa Siang.


Contoh Bahasa Dayak Siang :
Menanyakan Identitas

Siapa Namamu?  Ome Ara'm?
Namaku Cohen. Arangku Yoh Cohen.

Menanyakan Kabar

Bagaimana Kabarmu? Ome Tarung ? / San moh tarung ? / Pio Pai Iko ? 
aku baik-baik saja. Pio leh.
Aku sangat baik. Mentong ko pio kuh.



Kosakata:

Kemana : Hia Moh
Dimana : Nyan Moh
Kemari : Han toy
Kosong : Bu hang
Baik : Pio
Apa : Ome
Malah : Miuh Sen
Kenapa : Kura, Arai
Kapan : Yaharai
Alangkah : Men tong
Kasihan : Sasi
Melihat : Noto
Siapa : Ome (~Beti eh)
Mengatur : Nongkorong
Nah : Noy
Hilang : Nihou
Belari : Takoru
Tenggelam : Dotong
Nenek Moyang : Tatu Hiang
Tidak : Aroko, Aroh
Benci : Luon
Miring : Men Cang
Kabur : Buhou
Kami Berdua : Karo
Jiwa : Songa
Roh : Morua
Kurus  Nyuang
Ya begitulah : Bat Boh
Bau : Buan
Terjebak : Kun tong
Tersendak : Tosirak
Tak sengaja: soro
Terlihat : Tonoto
Membawa : Mehen
Ringan : Mo hian
Sanggup : Lian
Mual pusing : Suang Saong



Contoh kalimat:

Aku tak melihatnya kemari barusan.
Roko kunoto are han toy nin.

Alangkah kasihan dia, luka kakinya.
Mentong kosasi are, dingan paai.

Aku tak mengenalnya.
Roko kusono are non.

Apakah kau sanggup?
Lia'm pai?

Entahlah.
Naoy ka.

Aku tak sengaja melihatnya.
sorototo ku are nin.






2 komentar: